Ataupuisi-puisi Soe Hok Gie yang bernadakan cinta namun dalam nada-nada cinta yang begitu lembut, Gie bisa menelusupkan satire yang begitu getir. Soe Hok Gie yang mati lantaran zat beracun di gunung sumeru mendapatkan perhatian yang cukup besar tidak hanya kalangan pecinta puisi namun namanya sangat harum di kalangan aktivis mahasiswa. StreamPuisi Cahaya Bulan - Soe Hok Gie By @DekUnyu @kawancuk by kawancuk on desktop and mobile. Play over 265 million tracks for free on SoundCloud. PuisiSoe Hok Gie Untuk Pangrango Gunung Pangrango yang berkertinggian 3.019 Mdpl di Jawa Barat adalah sebuah gunung yang menjadi bagian dari perjalanan hidup dari Soe Hok Gie. Karena terpesonanya dengan Gunung Pangrango, sebaris puisi pun tercipta yang terbait dengan kata - kata penuh cinta pada Pangrango . PuisiCahaya Bulan, Ost. Soe Hok Gie Akhirnya semua akan tiba pada suatu hari yang biasa Pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui Apakah kau masih selembut dahulu Memintaku minum susu dan tidur yang lelap Sambil membenarkan letak leher kemejaku Kabut tipis pun turun pelan pelan di Lembah Kasih KumpulanPuisi Soe Hok Gie. Akankah aku masih bertemu tanggal dan bulan yang sama di tahun depan? Bila cahaya terus terbebam? Dan.. Tak kah kau tunjukkan, Bahwa esok, Pagi benar-benar kan tetep berjalan. Di antara embun-embun. Yang slalu bersemayam.. Pertengahan 2009. Akhirnyasemua akan tiba pada suatu hari yang biasa Pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui Apakah kau masih selembut dahulu Memintaku minum . Cahaya bulan Akhirnya semua akan tiba pada suatu hari yang biasa. Pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui. Apakah kau masih selembut dahulu? Memintaku minum susu dan tidur terlelap sambil membenarkan letak leher kemejaku. Kabut tipis pun turun pelan-pelan di lembah kasih Lembah Mandalawangi.. Kau dan aku tegak berdiri.. Melihat hutan-hutan yang menjadi suram. Meresapi belaian angin yang menjadi dingin. Apakah kau masih membelaiku semesra dahulu.. Saat ku dekap,kau dekaplah lebih mesra.. Lebih dekat.. Apakah kau akan berkata,ku dengar detak jantungmu.. Kita begitu berbeda dalam semua.. Kecuali dalam cinta.. Cahaya bulan menusuk ku,dengan ribuan pertanyaan.. Yang tak kan pernah ku tahu. Dimana jawaban itu.. Bagai letusan berapi. Bangun ku dari mimpi.. Sudah waktunya berdiri. Mencari jawaban,kegelisahan hati. *soe hok gie Baca Juga Kumpulan Puisi Lain nya Klik Disini

puisi soe hok gie cahaya bulan